widget
Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

Orangtua "Serba Tahu" Bikin Anak Tak Maju

Jadi orangtua yang serba tahu ternyata ada plus-minusnya. Salah satunya, anak mengalami ketergantungan yang tak perlu.

Banyak alasan mengapa orangtua "memaksakan" diri menjadi orangtua yang serba tahu. Setiap kali anak bertanya, ia mencoba menjawab semuanya. Bahkan, kalau tidak bisa, sedikit "ngarang" pun enggak masalah. Wah! Berikut hal-hal yang melatarbelakangi sikap tersebut:

- Ingin dianggap hebat atau sebagai sosok terbaik di mata anak.

- Ingin mendapat respek berlebih dari anak.

- Ingin menjalin kedekatan dengan anak.

- Berusaha melindungi anak dari informasi yang kurang tepat atau tidak sesuai dengan visi orangtua.

Hambat langkah anak untuk maju

Meski berbagai alasan diajukan dan bisa jadi "benar" untuk kondisi-kondisi tertentu, tetap saja menjadi orangtua yang selalu tahu ada dampak buruknya, antara lain:

* Kemungkinan menghambat pembentukan rasa percaya diri dan kemandirian anak. Ia jadi terbiasa mengandalkan orangtua untuk menjawab pertanyaan/persoalannya. Dalam jangka panjang, jika ketergantungan ini makin lama makin besar, bukan tak mungkin kesempatannya untuk maju meraih sukses jadi terganggu. Mengapa? Sebabnya, anak senantiasa merasa perlu mendapat "dukungan" penuh dari orangtuanya sebelum memutuskan sesuatu.

* Tak mendapat jawaban semestinya secara tuntas. Soalnya, belum tentu orangtua menguasai semua hal yang ditanyakan anak. Lebih celaka jika si orangtua tetap ingin dianggap hebat lantas menjawab sekenanya, kurang tepat, atau bahkan terpaksa mengarang kala merasa terdesak.

* Sikap serba tahu ini menjadi makin parah kalau orangtua berusaha menyisipkan motif tertentu sesuai keinginannya. Padahal, bisa jadi jawaban tersebut malah mengaburkan inti pengetahuan anak. Contohnya, anak mempertanyakan asal-usul hujan, lalu ayah atau ibu menjawab sekenanya, "Tuhan nangis lihat anak nakal." Bagi anak batita, besar kemungkinan jawaban ini dianggap benar (meski untuk sementara waktu). Bukankah selama ini ia beranggapan selalu mendapat jawaban yang benar atas tiap pertanyaan yang diajukannya?

* Mematikan kreativitas dan daya pikir kritis anak dalam memecahkan masalahnya. Toh selama ini ia sudah terbiasa tinggal terima "suapan" orangtuanya.

* Wawasan pengetahuan anak jadi terbatas karena sumbernya hanya dari orangtua saja.

* Anak menjadi sangat bergantung pada orangtua. Jangan heran kalau pada masa selanjutnya waktu orangtua akan tetap tersita untuk memenuhi kebutuhan anak.

Informasi tersaring

Kendati demikian, jika orangtua mampu "menarik ulur" sikap serba tahunya secara pas, sederet manfaat bisa dipetik anak. Lalu, bagaimana cara bersikap bijak dalam hal ini? Berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan:

* Ketika anak mengajukan pertanyaan, pertegas dulu apa yang dimaksud/ditanyakannya. Jangan buru-buru menjawab panjang lebar hanya karena merasa bisa memberikan jawaban yang tepat.

* Tanyakan alasannya mengapa ia bertanya mengenai masalah itu. Ini penting untuk mengasah kemampuan anak bernalar.

* Setelah jelas apa yang ditanyakannya, barulah jawab pertanyaan anak secara gamblang. Yang pasti, sesuaikan dengan perkembangan usianya dan beri jawaban dengan porsi tepat. Jangan berlebihan atau sebaliknya terlalu seadanya. Kalau anak usia 5 tahun bertanya mengapa ada hujan, contohnya, orangtua tak perlu menjelaskan proses kimia terjadinya hujan meski ia seorang ahli kimia. Cukup garis besar ilmiahnya saja.

* Jelaskan dari mana Anda bisa menjawab pertanyaan itu. Misalnya dengan menunjukkan ensiklopedi yang memuat jawaban tersebut. Dengan demikian, anak mendapat pemahaman bahwa orangtuanya bisa menjawab karena rajin membaca buku. Dalam diri anak akan tertanam, kalau ia mau membaca buku, ia pun pasti akan "sepintar" ayah dan ibunya.

* Saat anak menunjukkan kekaguman karena Anda bisa menjawab pertanyaannya, jangan ge-er dulu dengan menjawab, "Jelas dong, mamanya siapa dulu." Yang dianjurkan adalah menunjukkan pada anak mengenai sumber-sumber informasi, seperti televisi, buku, dan internet, sebagai media belajar untuk menemukan jawaban atas segala pertanyaannya.

* Jika memang tidak bisa menjawab pertanyaan anak, jangan coba-coba sok tahu. Tak perlu malu untuk mengakui bahwa saat ini Anda tidak tahu. Namun, langsung tawarkan kepada anak untuk mencari jawabannya bersama-sama di buku. Kalaupun jawaban yang dimaksud tidak ada di sumber tadi, tak ada salahnya bertanya kepada orang lain yang memang kompeten di bidang tersebut. Pendek kata, jangan segan untuk belajar dan belajar kembali. Terlebih jika Anda merasa makin lama kian banyak pertanyaan anak yang tak bisa terjawab.

* Sementara jika jawaban yang Anda berikan sebelumnya ternyata salah, jangan segan untuk meralatnya. Jangan pernah merasa "malu" karena telah salah menjawab. Lebih baik segera meralatnya daripada anak mendapat informasi yang salah selamanya.

Manfaat yang diperoleh:

Tentu saja kalau ditunjukkan secara pas, sikap serba tahu mendatangkan manfaat, antara lain:

- Hubungan orangtua dan anak menjadi lebih dekat karena frekuensi komunikasi di antara keduanya pasti lebih intensif.

- Orangtua lebih dihargai dan dipandang pintar, hebat, atau bahkan diidolakan anak.

- Jawaban yang diterima anak lebih terseleksi dibandingkan jika anak mencari-cari sendiri melalui teman atau internet.

- Akses anak untuk memecahkan persoalannya menjadi lebih mudah karena orangtua lebih mudah dijangkau.

- Anak memperoleh rasa aman karena orangtua selalu ada untuk memberi tahu apa yang dibutuhkan dan ingin diketahuinya.

- Orangtua terdorong untuk belajar serta memperluas pengetahuan supaya terus bisa menjawab pertanyaan sekaligus membantu persoalan anak.

- Secara implisit anak jadi terdorong untuk banyak belajar agar menjadi "serba tahu" seperti orangtuanya. (Marfuah Panji Astuti)

from
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/16/10294913/Orangtua..quot.Serba.Tahu.quot..Bikin.Anak.Tak.Maju

READ MORE - Orangtua "Serba Tahu" Bikin Anak Tak Maju

Efek Ketidakhadiran Ayah: Buruk!

Kebanyakan orang berpendapat, anak merupakan tanggung jawab ibu karena ayah mencari nafkah. Pertimbangkan lagi pandangan ini! Sebab, absennya ayah dalam proses pendidikan terbukti memiliki dampak luar biasa bagi perkembangan anak.

Menyerahkan pendidikan anak hanya kepada ibu tampaknya harus dikaji ulang. Kalau sambil bercanda, kita bisa bilang, "Bikinnya berdua, kok setelah jadi si istri disuruh bertanggung jawab sendiri?” Memang ada beberapa alasan serius yang perlu dipertimbangkan ulang.

Pertama, anak merupakan buah cinta yang direncanakan dan diinginkan bersama antara suami dan istri, yang kehadirannya diharapkan dapat mengokohkan dan memperteguh hubungan mereka sebagai sebuah keluarga. Dengan demikian, keberadaan anak merupakan tanggung jawab suami istri bersama-sama.

Kedua, pembagian kerja secara seksual (sesuai dengan jenis kelamin), urusan publik (mencari nafkah) menjadi tanggung jawab ayah dan urusan domestik (mendidik anak dan mengurus rumah tangga) menjadi tanggung jawab ibu, kini tidak relevan lagi. Kebanyakan ibu kini juga bekerja, di luar ataupun di rumah, untuk menghasilkan uang. Tidak tepat lagi jika pendidikan anak dipasrahkan hanya kepada ibu.

Ketiga, dalam proses tumbuh kembang, ternyata anak-anak membutuhkan kehadiran ayah dan ibu sebagai patron atau panutan dan sumber kasih sayang.

Ayah kadang-kadang
Di Jepang, sebagian orang mencemaskan pertumbuhan anak-anak kota besar yang timpang akibat absennya ayah dalam proses tumbuh kembang generasi kristal itu. Mereka hidup serumah, tetapi pagi-pagi sekali ketika ayah belum bangun, anak sudah berangkat sekolah. Malam hari ketika anak sudah tidur, sang ayah baru pulang.

Begitu kehidupan mereka setiap har sehingga anak-anak tidak punya kesempatan bertemu ayahnya. Dikhawatirkan anak-anak di negara paling makmur di Asia itu bahkan menyaksikan (yang berarti belajar) bagaimana ayah dan ibu berinteraksi pun tidak pernah bisa.

Jika demikian, apakah mereka bisa diharapkan mengerti bagaimana laki-laki dan perempuan berinteraksi secara baik? Lebih dari itu, bagaimana anak-anak dapat tumbuh sebagai pribadi yang utuh dan kuat jika kehadiran ayah nol besar?

Penggambaran situasi semacam itu mungkin berlebihan. Namun, hal itu bisa menjadi peringatan bagi orangtua yang mengharapkan anak-anak tumbuh sehat fisik dan mentalnya agar tidak mengabaikan kebutuhan anak akan kehadiran ayah.

Di Indonesia, kita bisa menyaksikan banyak pria yang hanya kadang-kadang saja menjadi ayah. Mengapa disebut kadang-kadang karena sehari-hari mereka tidak memberikan kontribusi terhadap kebutuhan anak saat menghadapi proses belajar dan pembentukan diri. Hanya kadang-kadang saja mereka teringat dan terlibat dalam urusan anak.

Hal itu terjadi akibat perceraian ataupun lemahnya komitmen ayah terhadap proses tumbuh kembang anak. Lain dengan di Barat, orangtua yang bercerai masih bisa berbagi dalam hal mengurusi anak, di Indonesia perceraian umumnya tidak memerhatikan hak anak. Kalaupun ada perhatian, sebatas soal biaya anak yang dikemukakan. Karena itu, kalau terjadi perceraian, biasanya anak kehilangan salah satu orangtuanya.

Berdampak buruk
Ada sejumlah hasil penelitian yang memperlihatkan efek ketidakhadiran ayah, seperti dikutip menweb.org. Dalam studi yang dilakukan oleh Kalter dan Rembar dari Children’s Psychiatric Hospital, University of Michigan, AS, dari 144 sampel anak dan remaja awal yang orangtuanya bercerai, ditemukan tiga masalah utama.

Sebanyak 63 persen anak mengalami problem psikologis subyektif, seperti gelisah, sedih, suasana hati mudah berubah, fobia, dan depresi. Sebanyak 56 persen kemampuan berprestasinya rendah atau di bawah kemampuan yang pernah mereka capai pada masa sebelumnya. Sebanyak 43 persen melakukan agresi terhadap orangtua.

Dalam studi yang dilakukan khusus terhadap anak-anak perempuan, ditemukan hasil yang kurang lebih sama: 69 persen mengalami problem psikologis, 47 persen punya masalah akademis, dan 41 persen melakukan agresi terhadap orangtuanya.

Dalam Journal of Divorce Harvard University, AS, Rebecca L Drill, PhD, mengatakan, "Akibat perceraian orangtua dan absennya ayah, setelah itu memiliki dampak luar biasa negatif terhadap perasaan anak. Sebagai contoh, perceraian orangtua dan kehilangan ayah terbukti berkaitan erat dengan kesulitan anak melakukan penyesuaian di sekolah, penyesuaian sosial, dan penyesuaian pribadi.”

Singkat kata, tanpa mengabaikan hasil-hasil penelitian lain yang memperlihatkan bahwa anak yang orangtuanya bercerai dapat berhasil dalam hidupnya, absennya figur ayah dalam kehidupan anak memiliki dampak yang buruk terhadap anak. Karena itu, sebaiknya para ayah tidak under estimate atau menilai diri terlalu rendah menyangkut perannya dalam proses tumbuh kembang anak.

Mulai hari ini
Jika Anda, para ayah, merasa memiliki komitmen yang rendah terhadap proses pendidikan anak sehingga hubungan antara ayah dan anak menjadi kurang dekat, buang jauh-jauh ide "sudah telanjur” dari benak Anda!

Prof Rob Palkovitz, konselor dan penulis buku tentang keterlibatan ayah, mengingatkan, "Hentikan berpikir tentang masa lalu dan pusatkan perhatian Anda pada ke mana Anda ingin melangkah!”

Berikut ini beberapa saran Palkovitz berdasarkan hasil risetnya, interaksinya dengan empat anaknya, dan pengalamannya membantu anak-anak yang ayahnya absen dari sisi mereka:

1. Pusatkan perhatian pada hal-hal yang benar dan positif bagi Anda dan anak. Sebagai contoh, katakan kepada diri Anda sendiri, "Betapa membanggakannya Ayah bekerja keras untuk menghidupi keluarga,” tanpa tambahan apa pun, dan betapa berbedanya kalau ada tambahan, "Tetapi, alangkah lebih baiknya kalau Ayah lebih sering berada di rumah." Sebaliknya, bicaralah kepada anak Anda, "Betapa bangganya menjadi ayahmu, Nak,” tanpa pernah menambahkan kalimat, “Tetapi, akan lebih membanggakan kalau kamu bisa membereskan kamarmu.” Jika Anda dapat memahami kedua hal tersebut, berarti dua langkah membangun hubungan sudah Anda lalui.

2. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun hubungan. Karena itu, pahami saat ini Anda berada di titik mana dan ingin menuju ke titik mana.

3. Kehidupan ini dibangun oleh jutaan "sekarang juga". Jika Anda ingin membangun hubungan baik dengan anak-anak, mulailah sekarang juga.

4. Pikirkan kalimat apa yang ingin diucapkan oleh anak-anak ketika mereka meninggalkan rumah: “Ayahku selalu...” Kata-kata apa yang Anda inginkan diucapkan anak-anak untuk melengkapi kalimat tersebut, maka itulah jalan untuk memulai perubahan sikap Anda sendiri. Mau jadi ayah yang baik?

Kriteria ayah yang baik
Dalam bukunya yang berjudul Involved Fathering and Men’s Adult Development: Provisional Balances, Prof Rob Palkovitz membuat kriteria tentang kualitas seorang ayah yang baik. Simak dan periksa, apakah Anda termasuk di dalamnya!

Perceraian ayah dan ibu tidak dapat menjadi alasan yang cukup untuk menilai diri baik atau tidak sebagai ayah. Sebab, meskipun ada istilah “bekas istri” atau “bekas suami,” tidak ada “bekas ayah”.

* Suportif
* Menetapkan peraturan
* Bertindak sebagai guru
* Pembimbing moral
* Menjadi model peran bagi anak
* Memiliki kesabaran
* Pendengar yang baik
* Pemberi nafkah yang baik
* Hidup sesuai dengan harapannya atas kehidupan anaknya
* Tetap ingat bagaimana rasanya menjadi anak sehingga mengerti perasaan anak

from :
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/04/02/0915433/Efek.Ketidakhadiran.Ayah:.Buruk.



READ MORE - Efek Ketidakhadiran Ayah: Buruk!

Mengenali Gejala Stroke

Serangan stroke dapat terjadi berdasarkan tiga mekanisme, yaitu :

1. Trombosis, yaitu adanya penyumbatan oleh trombus yang terbentuk pada dinding
arteri otak yang merupakan penyebab utama.
2. Embolisme, yaitu terhambatnya pembuluh darah oleh sebuah embolus. Embolisme
dapat terjadi pada orang-orang yang mengalami pembedahan jantung atau yang
menderita rematik jantung.
3. Hemoragi, yaitu pecahnya arteri otak akibat tekanan darah tinggi yang dapat
terjadi pada semua kalangan usia

Salah satu faktor risikonya, yakni hipertensi, yang sebetulnya sangat bisa dikontrol. Dengan cara itu stroke dapat dicegah. Bagi yang telanjur kena, masih ada jalan untuk memelihara kualitas hidup dan menangkal serangan ulang.

Stroke secara medis merupakan serangan otak. Padahal kita tahu, otak adalah organ yang paling penting karena peranannya dalam hampir semua kegiatan yang dilakukan oleh tubuh manusia.

Usaha mengenali tanda-tanda atau gejala stroke sangat penting untuk memastikan penderita mendapatkan perawatan lebih cepat dan tepat, sekaligus menghindari kefatalan.

Berikut ini beberapa gejala stroke:

Stroke sementara (Sembuh dalam beberapa menit/jam):

o Tiba-tiba sakit kepala.

o Pusing, bingung.

o Penglihatan kabur atau kehilangan ketajaman. Ini bisa terjadi pada
satu atau dua mata.

o Kehilangan keseimbangan (limbung), lemah.

o Rasa kebal atau kesemutan pada satu sisi tubuh.


Stroke ringan (Sembuh dalam beberapa minggu):

+ Beberapa atau semua gejala di atas.

+ Kelemahan atau kelumpuhan tangan/kaki.

+ Bicara tidak jelas.



Stroke berat (Sembuh atau mengalami perbaikan dalam beberapa bulan
atau tahun. Tidak bisa sembuh total):


+ Semua/beberapa gejala stroke sementara dan ringan.

+ Koma jangka pendek (kehilangan kesadaran).

+ Kelemahan atau kelumpuhan tangan/kaki.

+ Bicara tidak jelas atau hilangnya kemampuan bicara.

+ Sukar menelan.

+ Kehilangan kontrol terhadap pengeluaran air seni dan feses.

+ Kehilangan daya ingat atau konsentrasi, perubahan perilaku,
misalnya bicara tidak menentu, mudah marah, tingkah laku seperti
anak kecil.

+ Mendeteksi Pemicu



Faktor risiko mayor (faktor dominan):

+ Pernah terserang stroke

+ Hipertensi (tekanan darah tinggi)

+ Penyakit jantung

+ Sudah ada manifestasi aterosklerosis secara klinis (gejala-gejala
pengerasan pembuluh darah), gangguan pembuluh darah koroner,
gangguan pembuluh darah karotis, klaudikasio intermiten (nyeri
yang hilang timbul), denyut nadi perifer tidak ada, dan lain-lain.

+ Diabetes mellitus (kencing manis)

+ Polisitemia (banyak sel-sel darah)



Faktor risiko minor:

+ Kadar lemak darah yang tinggi

+ Hematokrit tinggi

+ Merokok

+ Kegemukan (obesitas)

+ Kadar asam urat tinggi

+ Kurang gerak badan atau olahraga

+ Fibrinogen (protein plasma darah) tinggi

Kontrol Risiko

Usaha terbaik untuk mencegah serangan stroke adalah menyingkirkan faktor risiko. Terutama bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, penyakit jantung, transien iskemik (gangguan pasokan darah sesaat), diabetes mellitus, kolesterol darah tinggi, dan kebiasaan merokok.

Timbunan Lemak

Gangguan suplai darah dapat membuat bagian-bagian otak tidak mampu bekerja maksimal, atau malah mengalami kerusakan.

Salah satu penyebab meningkatnya kasus penyakit pembuluh darah, seperti jantung dan stroke, adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Meningkatnya usia harapan hidup, kemajuan di bidang sosial ekonomi, serta perbaikan di bidang pangan, tidak dibarengi dengan kesadaran tersebut. Sebaliknya, masyarakat kita sejak usia muda dimanjakan dengan gaya hidup sembarangan.

Terganggunya Pasokan Oxygen di Otak Karena Lemak

Untuk dapat melakukan pekerjaannya dengan baik, otak membutuhkan oksigen dalam jumlah besar. Walaupun berat otak hanya 2,5 persen dari berat tubuh, 70 persen oksigen dan bahan gizi yang masuk ke tubuh, digunakan oleh otak. Berbeda dengan otot, otak tidak mampu menyimpan zat gizi. Agar dapat bekerja terus, ia harus senantiasa mendapat pasokan oksigen dan gizi melalui aliran darah.

Bila suplai oksigen terputus selama 8-10 detik saja, bakal terjadi gangguan fungsi otak. Bila lebih lama dari 6-8 menit, bisa terjadi jejas (luka) yang tidak dapat pulih (irreversible), bahkan bisa berakhir dengan kematian

Kelainan yang terjadi akibat gangguan peredaran darah di otak dibagi atas dua, yaitu iskemik (stroke nonhemoragik) dan perdarahan (stroke hemoragik). Kedua keadaan ini dapat terjadi bersamaan.

Pada iskemik, sekitar 80 persen stroke disebabkan oleh aterosklerosis atau menumpuk dan mengerasnya lemak yang mengandung kolesterol (plak) dalam pembuluh darah. Pertumbuhan plak membuat dinding dalam arteri menjadi kasar. Permukaan yang tidak rata tersebut dapat menimbulkan perputaran aliran darah di sekitar timbunan bagai sebuah batu besar di tengah aliran sungai deras yang bisa memicu terbentuknya gumpalan.

Sementara itu, perdarahan atau hemoragik terjadi bila salah satu pembuluh darah di otak bocor atau pecah. Darah yang keluar dari pembuluh yang bocor itu kemudian mengenai jaringan otak sekitarnya, sehingga menimbulkan kerusakan. Selain itu, sel-sel otak pada bagian lain dari bocoran atau pecahan itu juga akan mengalami kekurangan darah dan kerusakan.

Pemicu stroke hemoragik adalah pembengkakan di salah satu bagian pembuluh darah yang lemah. Kelemahan itu bisa disebabkan faktor bertambahnya usia, keturunan, dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Usaha yang paling masuk akal untuk menghindari risiko maut ini adalah menerapkan gaya hidup sehat. Alangkah baiknya jika pola makan sehat dan olahraga dilakukan sejak usia muda.

Bagi mereka yang telanjur menderita stroke tentu harus segera mengubah pola hidup guna mengontrol faktor risiko. Sejauh ini cara medis untuk penanganan stroke adalah dengan operasi dan penanganan secara holistik yang melibatkan berbagai disiplin ilmu kedokteran.

Olahraga khusus, menjaga asupan makanan, menjauhkan diri dari stres, juga konsumsi suplemen sebagai alternatif, dapat dilakukan pasien stroke untuk meningkatkan kualitas hidup serta mencegah serangan berulang. Selain terus berusaha mengontrol faktor risiko dan menjalani terapi medis.

Perhatian dan kasih sayang dari orang terdekat juga sangat dibutuhkan pasien stroke. Ini merupakan obat alami yang akan menumbuhkan semangat dalam diri pasien, sehingga dapat menikmati kehidupan selanjutnya.

Kiat sehat mencegah dan mengatasi stroke :

1. Terapkan pola dan gaya hidup yang teratur dan selaras dengan ajaran agama.
2. Terapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang
teratur dan bervariasi.
3. Perbanyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung gizi tinggi seperti buah
dan sayuran segar, misalnya alpokat, kentang, labu parang/labu kuning, ubi
jalar, semangka, buah anggur, pir, pisang, kesemek, tomat, bawang bombai,
wortel, brokoli, terung ungu panjang, biji teratai, jamur hioko, jamur putih
kering, jamur kuping hitam, teh hijau, madu, sayuran yang mengandung kalium,
dan lain-lain.
4. Atasi sedini mungkin segala penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes
mellitus, jantung, dan lain-lain.
5. Hindari makanan yang banyak mengandung garam, makanan diawetkan, dibakar,
bahan makanan yang mengandung bahan pengawet, zat pewarna, dan lain-lain.
6. Lakukan olahraga secara teratur dan terukur sesuai kondisi tubuh.
7. Hindari stres, depresi, dan harus dapat mengontrol emosi.
8. Lakukan konsultasi dengan dokter secara berkala.
9. Dan lain-lain.

Cara tradisional dengan memanfaatkan tumbuhan obat untuk mencegah dan mengatasi stroke antara lain :

1. 30 gram daun dewa segar + 20 gram temu hitam direbus dengan 600 cc air hingga
tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum hangat-hangat. Lakukan secara
teratur.
2. 10 gram bubuk umbi daun dewa/thien chi diseduh dengan 200 cc air hangat,
diminum. Lakukan secara teratur.
3. 2 kuntum bunga soka + 2 kuntum bunga mawar direbus dengan 400 cc air hingga
tersisa 200 cc, disaring, airnya diminum hangat-hangat.
4. 1 buah terung ungu panjang + 30 gram rumput laut che chai (direndam dahulu)
½ butir bawang bombay + 2 siung bawang putih, dimasak sesuai selera, dimakan.

Catatan :

1. Umbi daun dewa/thien chi dan rumput laut che chai dapat dibeli di toko obat
Tionghoa, dan tetap berkonsultasi ke dokter.
2. Untuk perebusan sebaiknya gunakan panci enamel atau periuk tanah.



READ MORE - Mengenali Gejala Stroke

Perhatikan!!! Plastik Botol Minum Keseharian Anda

Konon katanya plastik yang terkandung dalam botol tersebut berbahaya dan dapat menyebabkan kanker bila digunakan kembali dengan pengisian ulang airnya. Saya jadi ngeri sendiri memikirkan akibat yang akan timbul pada tubuh saya akibat bertahun-tahun mengonsumsi air yang diisi ulang pada botol Aqua tersebut. Lebih jauh lagi, botol minum “non Aqua” yang saya pakai sehari-hari di kamar saya juga ternyata berbahaya..!! Tapi yaa, sudahlah. Akan saya paparkan sedikit 7 simbol plastik di bawah ini agar tidak terjadi lagi kisah “isi ulang botol Aqua” seperti saya.

1. PETE atau PET (Polythylene Terephthalate)

Simbol ini biasa terdapat pada botol plastik transparan seperti pada kemasan air mineral atau minuman yang siap untuk diminum. JANGAN PERNAH mengisi ulang botol dengan simbol seperti ini, apalagi dengan air panas. Hal ini dapat mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang bisa memicu penyakit kanker.

2. HDPE (High Density Polythylene)
Simbol ini terdapat pada botol yang berwarna putih susu. Juga biasa digunakan untuk air minuman galon, kursi plastik, atau kemasan susu jika pada makanan. Botol ini juga hanya boleh untuk sekali pakai saja.

3. V atau PVC (Polyvinyl Chloride)
Plastik yang memiliki simbol ini, menandakan plastik yang sulit untuk didaur ulang, seperti plastik pembungkus atau pada botol-botol. Kandungan plastik ini bisa lumer dan bercampur ke dalam makanan pada suhu -15 derajat Celcius. Akibatnya berbahaya, bisa menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

4. LDPE (Low Density Polythylene)
Plastik dengan simbol ini biasanya digunakan untuk makanan, plastik kemasan, dan teksturnya terasa lembek atau lentur. Plastik pembungkus makanan atau botol dengan kode ini cukup aman digunakan. Sayangnya, plastik ini hampir tidak dapat dihancurkan.

5. PP (Polypropylene)
Plastik yang bernomor 5 dan memiliki simbol PP ini termasuk yang aman dipakai membungkus makanan atau minuman. Biasanya plastik ini digunakan untuk tempat makanan dan botol minum bayi. Plsatiknya berwarna transparan, bening, dan tembus pandang. Kalau ingin mengisi ulang botol plastik sangat tidak salah untuk mencari plastik dengan nomor 5 di tengah simbol recycle dan bertuliskan PP.


6. PS (Polystyrene)
Kemasan plastik yang bersimbol PS ini contohnya adalah kemasan stereofoam, yang biasa dipakai untuk wadah makanan atau minuman sekali pakai. Bahan ini bisa bercampur dengan makanan, saat makanan panas diisikan ke dalam wadah ini, bahan styrine ini bisa berbahaya untuk otak dan sistem saraf.

7. OTHER atau biasanya Polycarbonate
Kode tujuh ini biasanya ada 4 macam.

1. SAN (styrene acrylonitrile)
2. ABS (acrylanitrile butadiene styrene)
3. PC (polycarbonate)
4. Nilon

Plastik ini biasa digunakan untuk tempat makanan dan minuman, alat-alat rumah tangga, komputer, dan lainnya. Plastik dengan kode 7 SAN dan ABS ini baik dan aman digunakan untuk makanan atau minuman. Hanya saja, untuk kode PC sebaiknya tidak digunakan untuk makanan dan minuman karena bisa mengeluarkan zat yang berbahaya.
READ MORE - Perhatikan!!! Plastik Botol Minum Keseharian Anda

Best Breast Cancer Care

Being diagnosed with breast cancer is a serious and frightening event. Once you have been diagnosed with breast cancer, it’s a good idea to take a step back, and consider your options. It is very common to feel a desire to hurry to any type of treatment, it is a good idea to consider the various types of medical treatments available for your breast cancer care.
It is normal to fear waiting. Yet, many breast cancer survivors advise against moving to fast into any one treatment. It is better to take the time to learn more about your treatment choices. This will help you be sure that it is the correct treatment option for you.
There are many different kinds of breast cancer and the treatment options will change depending on the kind of cancer you are diagnosed with.
It is also significant to understand it is ok to get a second opinion. Often we can feel that we are being disloyal if we even consider going to a different doctor for a second opinion. Don’t allow yourself to feel bad about wanting to check with another doctor to make sure the diagnosis is correct.
READ MORE - Best Breast Cancer Care

Mencegah Penuaan Dini

Penampilan kulit mampu menunjukkan seberapa besar perhatian seseorang dalam merawat kulit. Kondisi kulit memperlihatkan seberapa baik tingkat kesehatan, asupan makanan sehat, gizi dan vitamin yang dibutuhkan, dan seberapa banyak waktu kulit terpapar sinar matahari. Kulit kusam dapat menunjukkan lambatnya proses regenerasi sel dan sirkulasi darah.

Berikut langkah sederhana untuk menangkal penuaan dan meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan.

1. Menggunakan tabir surya

Di usia 50-an, tanda-tanda kerusakan kulit akan muncul seperti bintik atau bercak kecokelatan. Sejak dini, wanita perlu mencegah kerusakan kulit dengan menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF 30.

2. Tidak akan menggaruk wajah

Kita selalu merasa tergoda untuk menggaruk dan mengambil luka bekas jerawat atau komedo dengan tangan. Namun perlu diingat, Anda akan meninggalkan bekas jaringan parut di wajah. Luka atau komedo harus diekstraksi dengan alat atau produk perawatan kulit yang tepat.

3. Tidak Akan Tidur tanpa Menghapus Riasan

Meskipun dipenuhi rasa bersalah setiap bangun, wanita sering kali tertidur tanpa sempat membersihkan wajah dari sisa-sisa riasan. Akibatnya, wajah rentan terkena infeksi dan jerawat, karena make-up menyumbat pori-pori dan menyebabkan iritasi pada kulit.

4. Menyerdehanakan Perawatan kulit

Sebaiknya Anda menghindari penggunaan perawatan dan produk kecantikan yang berlebihan. Lebih baik jika mengetahui jenis kulit dan kebutuhan kulit Andasebelum menggunakan perawatan kulit. Kunjungi dokter kulit untuk mengetahui dengan pasti jenis kulit Anda.

5. Berhenti merokok

Meskipun sulit melepaskan kebiasaan merokok, Anda perlu menyadari bahwa merokok hanya merugikan kesehatan tubuh dan kulit. Kulit perokok lebih kusam dan lebih tua dibandingkan kulit mereka yang tidak merokok.

6.Minum Lebih Banyak Air Putih

Mengurangi kebiasaan minum minuman bersoda dan memperbanyak minum air putih untuk meningkatkan kelembaban kulit. Agar tetap lembab, asup air putih dan minum teh herbal beberapa cangkir sehari.

7. Makan Sehat, silakan klik disini

Agar kulit sehat, konsumsilah makanan yang kaya vitamin, mineral dan antioksidan. Sumber vitamin terutama dari biji-bijian, sayuran dan buah-buahan sangat baik untuk menjaga kestabilan dan kelembaban kulit.
Kurangi makanan olahan dan tambah asupan makanan kaya asam lemak seperti Omega-3. Hindari makanan cepat saji dan makanan yang mengandung gula, garam dan lemak tidak sehat. Ahli dermatologis mengatakan makanan yang digoreng dan makanan manis menyebabkan kulit berjerawat.

READ MORE - Mencegah Penuaan Dini